Dashboard Confessional, Muse, My Chemical Romance. Mereka hanya
sedikit dari banyak band yang beraliran emo. Ya, banyak yang memaknai
kata emo sebagai sebuah genre musik, yang sebenarnya tidak juga salah.
Namun kata emo sebelumnya sudah digunakan untuk mendeskripsikan sebuah
fashion style dan attitude.
Kata emo digeneralisasi dengan perasaan galau dan melankolis.
Perasaan emo ini paling dapat dilihat dari penganutnya dengan gaya
rambut mereka yang khas, yaitu rambut lurus yang panjang di bagian
depan, menutupi sebelah mata.
Untuk pakaiannya, emo style merupakan perpaduan dari gaya indie dan
budaya punk. Warna yang dominan pada emo style adalah warna khaki,
walaupun tidak selalu. Kaos yang dipakai berukuran pas badan, bahkan
cenderung kekecilan sehingga mengatung di bagian lengan. Corak dari
kaos adalah gambar atau symbol-simbol band atau artis rock.
Yang unik dari emo style ini adalah pria banyak memakai jeans dengan
potongan wanita dipadukan dengan ikat pinggang punk. Selain itu,
aksesoris yang umum dipakai dalam emo style adalah kacamata ber-frame
hitam, wristband, arm socks, sweat bands dan pastinya, piercing.
Untuk alas kaki mereka yang paling banyak dipilih adalah Converse
All Star, namun banyak juga yang menggunakan Vans serta sepatu skate
lainnya. Dan yang terakhir yang merupakan pelengkap dari emo style
adalah backpack atau messenger bags yang dipenuhi oleh pin.